JAKARTA – BARNABAS (Barisan Anak Bangsa) bersama Koperasi Pintu Air memrakarsai acara bincang-bincang perihal usaha kecil dan menengah (UMKM) pada Minggu, 24/6/2024. Dialog berlangsung bersamaan pada saat Rapat Anggota Bulanan Koperasi Pintu Air. Ketua Komite, Emanuel Migo, mengawali dialog dengan pembacaan perkembangan koperasi dalam sebulan terakhir.
Percakapan mengenai koperasi dalam aktivitas ekonomi keseharian masyarakat memang kian terasa urgen. Pasalnya, eksistensi koperasi sudah melenceng dari substansinya. Koperasi sudah tidak lagi dipahami sebagai kegiatan ekonomi berdasarkan asas kekeluargaan atau gotong royong. Sebaliknya, masyarakat sekarang malah menganggap koperasi sebagai sarang lintah darat dan “rumah aman” bagi pinjaman online (pinjol). “Jadi, dialog mengenai koperasi penting agar mengedukasi masyarakat tentang koperasi yang sebenarnya,” kata Besli Pangaribuan, Ketua BARNABAS.
Heri Koswara (akrab disapa Herkos) juga hadir dalam persamuhan itu untuk bersilaturahmi dengan para pelaku UMKM dan koperasi. “Koperasi adalah sokoguru perekonomian,” tandas beliau. Karena berperan sebagai pilar perekonomian rakyat, bakal calon Walikota Bekasi untuk periode 2024–2029 itu juga menyatakan agar setiap anggota koperasi mendapat kemudahan dalam mengakses modal. Sebagian besar dari anggota koperasi adalah pelaku UMKM. Dengan kemudahan akses terhadap modal di koperasi, Herkos berharap para pelaku UMKM akan cepat naik kelas.
Herkos memang menaruh perhatian khusus pada UMKM. Pandemi Covid-19 telah meluluh-lantakkan perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, walau perekonomian dilanda krisis, UMKM terbukti bertahan. Oleh karena itulah, Herkos menilai UMKM adalah sektor ekonomi yang perlu diperkuat. “Sektor ini (UMKM) adalah sektor yang telah teruji dalam menghadapi beberapa terpaan krisis di Indonesia,” ujarnya.
Selain akses terhadap modal, peran koperasi untuk pemasaran produk juga signifikan. Karena itulah, Bang Herkos juga mengusulkan agar koperasi mesti berperan untuk mengedukasi anggotanya dalam bentuk pelatihan teknik pemasaran. Bang Herkos menyambut antusiasme salah satu peserta agar anggota Koperasi Pintu Air difasilitasi untuk mendapat perizinan UMKM di Bekasi sekaligus dilatih untuk memasarkan produk mereka.
Pembina BARNABAS, Rafael Pakpahan, serta Jubir Perempuan Heri Koswara, Melva Elfrida, hadir juga dalam dialog itu. Di akhir sesi, sebelum berfoto bersama, mereka dan seluruh peserta terlibat dalam percakapan santai. Bang Herkos menggunakan momen ini untuk membuka diri agar masyarakat mengenalnya. Karena biar bagaimana pun, sebagai calon tokoh publik, masyarakat berhak untuk mengetahui rekam jejak pribadinya dan keluarganya, secara khusus yang berkaitan dengan perkara hukum. “Ya, sekarang kan era digital, semuanya jejak digital bisa dicek,” pungkasnya sambil tersenyum ramah.
Jakarta, 24 Juni 2024
Biro Pers Barnabas.id


